Mukjizat Hadist "Makan Dengan Tangan Kanan"

by Vespa Lier on 07:57 AM, 15-Apr-12

Category: Artikel Islami , Kebenaran Islam

“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.” {HR. Muslim} Salah satu sisi dari pola hidup sehat rasulullah adalah dalam hal kebiasaan beliau makan dan minum. Prof. Dr . Abdul Basith Muhammad as-Sayyid, seorang pakar kedokteran dan biofisika, telah menulis kitab yang sangat bagus mengenai hal ini berjudul “at-Taghdziyah an- Nabawiyah, al-Ghadza baina ad-Daa wa ad-Dawa”. Kitab ini telah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Almahira dengan judul “Pola Makan Rasulullah, Makanan Sehat Berkualitas menurut al-Qur’an dan as-Sunnah”. Buku ini memuat petunjuk cukup lengkap mengenai bagaimana Nabi mengatur program diet sehat sehingga kesehatan tubuh terjaga. 20 prinsip penting dari pola makan Rasulullah yang dapat kita terapkan dalam pola makan kita sehari-hari seperti bagaimana mengatur menu makanan dengan pola makan teratur sehingga hal ini berguna bagi kita yang selama ini makan apa saja hingga menyebabkan obesitas dapat dijadikan sebagai tips diet agar langsing kembali. Nah, terkadang orang suka menghina, makan dengan tangan itu terkesan jorok dan tidak berpendidikan. padahal, mereka justru tidak tahu bahwa ada hikmah dibalik sunnah Rasulullah Saw, mengapa beliau menyuruh kita utk makan dengan tangan kanan. Makan menggunakan tiga jari tangan kanan, ternyata memang ada manfaatnya. Mengenai cuci tangan sebelum dan setelah makan, Rosululloh SAW bersabda: “Barang siapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih (lemak), lalu ketika bangun pagi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela, kecuali dirinya sendiri.” Ada hadist hasan bahwa Nabi Saw sendiri jika hendak makan mencuci tangan terlebih dahulu, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Nasa’i dari Aisyah ra. ( http://www.thibbun.com/thibbun- nabawi/pola-makan-rasulullah.html) Kemudian, banyak jg yang bilang bahwa kuku-kuku itu kotor jika makan pakai tangan. Namun, seharusnya umat muslim rajin utk memotong kuku, bukan sengaja memanjang-manjangkannya. Islam juga memperhatikan kebersihan kuku, memanjangkan kuku termasuk perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan as-Sunnah, di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda; ِﺓَﺮْﻄِﻔْﻟﺍ َﻦِﻣ ٌﺲْﻤَﺧ ْﻭَﺃ ٌﺲْﻤَﺧ ُﺓَﺮْﻄِﻔْﻟَﺍ ُﻢْﻴِﻠْﻘَﺗَﻭ ُﺩﺍَﺪْﺤِﺘْﺳِﻻﺍَﻭ ُﻥﺎَﺘِﺨْﻟَﺍ ِﺏِﺭﺎَّﺸﻟﺍ ُّﺺَﻗَﻭ ِﻂْﺑِﻹْﺍ ُﻒْﺘَﻧَﻭ ِﺮِﻓﺎَﻇَﻷْﺍ “Hal yang fitrah itu ada lima atau lima hal merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari, bab pakaian (5889); Muslim, bab bersuci (257)) Kuku tidak boleh dibiarkan panjang hingga 40 (empat puluh) hari. Hal itu berdasarkan keterangan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu , seraya berkata; “Telah ditentukan bagi kita (kaum muslimin) batas waktu mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan, bahwa tidak boleh membiarkannya lebih dari 40 (empat puluh) malam.” (HR. Muslim, bab bersuci (258)). Nah teman-teman, tentu saja kita tahu bahwa kuku yang panjang akan mudah sekali termasukkan oleh kotoran2, apalagi juga berbahaya melihat orang-orang yang mengikuti gaya kaum kufur, memanjangkan kuku sampai runcing, kalau sampai ujung-ujungnya tajam dan tidak sengaja merusak sesuatu. Islam mengajarkan kebersihan dan kerapihan, sehingga, banyak peneliti sains yang mengungkapkan banyak kebenaran- kebenaran Al Quran dan Hadist pada abad ke 21 ini, yang sebenarnya telah 1400 tahun lalu dijelaskan. ENZIM RNAse yang Mengikat Bakteri Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh. Berikut beberapa penjelasan yang akan memberikan gambaran manfaat makan dengan menggunakan tiga jari sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Rasul. “Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud) Menggunakan tiga jari (jempol, telunjuk, jari tengah) ketika makan secara otomatis membuat makanan yang masuk ke mulut lebih sedikit jumlahnya sehingga enzim ptialin yg diproduksi kelenjar saliva untuk mencerna makanan dapat berfungsi secara maksimal. Makanan menjadi lebih lembut dan lebih mudah cerna oleh lambung. Lambung mencerna makanan secara bertahap dan dalam volume kecil. Kondisi ini memungkinkan sel-sel syaraf untuk memahami situasi kenyang. RNAse, enzim yang dihasilkan tangan terutama oleh tiga jari tersebut (jempol, telunjuk, jari tengah) mempunyai kemampuan mengikat bakteri sehingga menghambat aktivitas bakteri dalam tubuh. Fakta ilmiah ini dengan jelas memberi pengertian kepada kita bahwa makan dengan menggunakan tiga jari bukanlah cara makan yang salah, “jorok”, dan sejenisnya, tetapi justru akan memperkuat proteksi atau kekebalan terhadap penyakit karena adanya enzim RNAse yang menghambat aktivitas bakteri dalam tubuh. Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih tepat bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga –dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya– proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan. RNA, terutama mRNA merupakan materi genetik yang mengkode suatu protein. Enzim proteinase K dapat digunakan untuk menghancurkan protein. Kotoranakibat lisis sel dipisahkan dengan cara sentrifugasi. Kemudian molekul nuleotida (DNA danRNA) yang telah dipisahkan dibersihkan dari protein yang masih ada dengan menggunakanphenol. Dalam proses ini sebagian kecil RNA juga dapat dibersihkan. Sedangkan choloformdigunakan untuk membersihkan sisa-sisa protein dan polisakarida dari larutan. EnzimRNAase digunakan untuk menghancurkan RNA sehingga DNA dapat diisolasi secara utuh. fungsi RNAse, Selain membersihkan RNA seluler yang tidak lagi diperlukan, RNases memainkan peran kunci dalam pematangan semua molekul RNA, RNA messenger baik yang membawa materi genetik untuk membuat protein, dan non-coding RNA yang berfungsi dalam proses seluler bervariasi. Selain itu, aktif RNA sistem degradasi adalah pertahanan pertama terhadap virus RNA, dan menyediakan mesin yang mendasari untuk lebih strategi canggih kekebalan seluler seperti RNAi . ( http://www.scribd.com/ doc/40727528/Aspirin , http:// en.wikipedia.org/wiki/Ribonuclease) Banyak orang beralasan makan menggunakan sendok sebagai alasan lebih higienis dibandingkan makan dengan tangan. Padahal belum tentu benar. Menurut penelitian, sendok dan tangan memungkinkan terjadinya kontaminasi dengan bakteri. Sendok bisa lebih bersih dari tangan jika sendok memang dikondisikan pada suatu tempat yang higienis. Paling tidak, kelembapan udara di ruangan selama sendok itu didiamkan tidaklah tinggi sebab uap air adalah medium bakteri berpindah tempat. Namun apakah sendok sendok di rumah kita mendapat penjagaan ketat seperti itu ? Bagaimana dengan tangan ? Tangan sering terkontaminasi dengan bakteri akibat aktifitas tubuh kita. Sehingga jika kondisi tangan sebelum dicuci, jelas persentasi bakteri dalam tangan akan lebih besar dibandingkan pada sendok yang baru saja dicuci. Maka kita perlu mencuci tangan kita. Ini tidak membunuh bakteri namun menghapus bakteri. Kondisinya sama seperti kita menghapus minyak pada tangan kita dengan sabun. Pada kondisi yang sama sama telah dicuci baik sendok maupun tangan, tangan memiliki kebersihan yang lebih terjamin. Karena tangan mengandung enzim RNAase yang disekresikan oleh tangan kita. Enzim ini berfungsi untuk kekebalan tubuh kita dan proteksi terhadap bakteri. Enzim ini selali disekresikan. Ketika tangan kamu kotor, enzim ini sedang mengikat bakteri sehingga aktifitas bakteri itu tidak dapat maksimal. Namun jika sangat kotor maka persentase bakteri akan jauh lebih besar sehingga bakteri akan menaklukan pengaruh dari RNAase. Saat tangan kamu dicuci, bakteri terkikis sehingga persentase enzim menjadi lebih banyak. Saat kamu makan, enzim ini terus mengikat bakteri dan masuk ke dalam tubuh kamu. Enzim tersebut membunuh bakteri selama proses pencernaan. Bagaimana dengan sendok? ketika sendok dicuci, tidak semua bakteri terkikis. Termasuk masih menempelnya bakteri yang membahayakan tubuh sebab bakteri tidak sepenuhnya merugikan. Ketika kamu makan dengan sendok, bakteri yang membahayakan tersebut akan masuk ke dalam tubuh tanpa adanya perlawanan dari enzim RNAase. Alkisah, seorang raja melayu sempat diprotes oleh tamu yang lain dalam acara jamuan makan malam kerajaan. Ia begitu eksentrik karena saat para raja lain makan dengan elegan menggunakan sendok dan perangkat lain, ia dengan santai membasuh bersih tangannya sendiri lalu makan menggunakan telapak tangan dan jari-jarinya itu. Saat ditanya serius, ia menjawab dengan 3 alasan mengapa ia lebih mempercayai tangannya daripada sendok. Ia pun berkata: “Pertama; Saya yakin tangan saya lebih bersih daripada sendok dan garpu karena saya sendirilah yang membasuhnya, bukan orang lain. Sendok- garpu yang dibasuh orang lain belum tentu bersih. Kedua; saya yakin tangan saya lebih bersih karena hanya saya seorang yang menggunakannya, tidak pernah dipinjam orang lain. Sedangkan sendok itu sudah dipakai oleh orang yang berbeda-beda. Ketiga; saya percaya tangan saya lebih bersih karena tak pernah jatuh dari tempatnya setelah dicuci.” Selain itu, ada adab makan selanjutnya yang menjaga kesehatan tubuh kita, yaitu mencuci mulut sebelum dan setelah makan. Baik dengan berkumur maupun dengan bersiwak, untuk membersihkan gigi dari sisa makanan dan bakteri. “Berkumurlah kalian setelah minum susu, karena di dalamnya mengandung lemak.”(HR Ibnu Majah) “Bersiwak itu dapat membersihkan mulut dan sangat disukai Alloh.” (HR Bukhori, Nasa’i, Ahmad, Ibnu Majah, dan Ad Darimi) PENUTUP “Sesungguhnya telah ada pada (DIRI) Rasulullah itu suri teladan yang BAIK bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab : 21) Rasulullah SAW adalah suri tauladan seluruh umat dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam hal kesehatan misalnya, ajaran-ajaran beliau telah banyak teruji kebenaran manfaatnya oleh penelitian-penelitian modern. Salah satu ajaran beliau adalah adab- adab makan yang membawa kesehatan dan keberkahan sepanjang zaman. Jika kita mengamati pola makan Rasulullah, maka kita akan dapati bahwa beliau mengumpulkan beberapa aspek, diantaranya aspek faidah, kenikmatan, dan penjagaan terhadap kesehatan. http://www.medicalera.com/ info_answer.php?thread=11328 http:// sandurezu.wordpress.com/2012/03/10/ rahasia-makan-rasulullah-saw/ http://akhwat.web.id/muslimah- salafiyah/akhlak-adab/adab-makan- dan-minum/ http://uwoholistik.wordpress.com/ pola-makan-rasul/ http://yarobbi.com/on-research/ makan-pun-ada- aturannya-2

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images